Pelangi

Hmm... entah sudah berapa lama saya ndak liat pelangi. Pemandangan paling indah yg diberikan Tuhan. Gratis. Di mana pun kita berada, diambil dari sudut mana saja, kita tetap bisa menikmatinya, dengan seutuhnya.
Jadi, ndak perlu lah jauh-jauh ke Paris, atau pun ke Roma. Pemandangan indah seperti ini sudah disediakan di depan mata kita. Hidup ini sebenarnya.. cukup adil, bukan? *hayo, itu siapa ya yg bilang bukan?* :D
Si pelangi ini mengingatkan saya ke masa 2 taun yg lalu, saat ujian oral IELTS di Jakarta. Sang penguji bertanya: How do you feel about rain? Saat itu saya sungguh bingung. Pertanyaan yg gampang. Tapi entah kenapa saya tidak bisa menjawabnya dengan mudah. Saya ndak pernah memikirkan tentang hujan. Apa sih yg harus dijelaskan tentang perasaan di saat hujan? Basah? Becek? Dingin? Petir?
Jadi saat itu saya hanya bilang, I don't like it, especially the heavy one. Here in Jakarta, once you have a very heavy rain, the next thing you'll get is a flood.
Ah, ternyata, jawaban itu masih kurang, yah. Seharusnya saya bilang, I might hate the rain itself, but I love the way it brings another thing that pleases my eyes and at the same time, comforts my heart. The rainbow.
Yah, memang terkadang, semua yg indah dan menyenangkan itu, harus berawal dari sesuatu yg kurang, atau mungkin bahkan, sama sekali tidak indah dan menyenangkan. Bukan begitu, teman-teman?
*eeeh? woiii bangun!! kok pada tidur smuaaa iniii?!???* huihihihi.
Thu, 23 Apr 2009 @04:36